Sejak bulan Maret 2012, studio komik Imaginary Friends Jakarta yang merupakan bagian Imaginary Friends Studio di Singapura resmi memisahkan diri dan mengubah namanya menjadi STELLAR Labs. Setelah menorehkan sejarah sebagai salah satu pelopor studio ilustrasi di Asia dan membentuk fondasi standar bagaimana menjalankan sebuah studio ilustrasi, para komikus yang telah bergabung dengan iFS sejak awal berdiri memutuskan bahwa sudah waktunya untuk memburu berbagai peluang sebagai sebuah perusahaan yang independen.
Sebelum memisahkan diri iFS Jakarta merupakan divisi yang khusus mengerjakan seluruh proyek komik sementara studio di Singapura mengerjakan proyek video games dan film, sedangkan STELLAR Labs bergerak dalam bisnis artist management dan outsource studio dimana fokusnya adalah idea management, funding serta execution. Meski tampak serupa, perbedaan ini akan terlihat lebih jelas dalam waktu 1-2 tahun yang akan datang.
"STELLAR Labs mengarahkan diri ke arah inkubator ide yang memungkinkan partisipasi seluruh anggota untuk berkarya maksimal. Artinya, jadi anggota SL bukan hanya terima assignment atau tukang gambar, tapi juga bisa belajar mengembangkan ide dan bisnis," ungkap Sunny Gho, pendiri dan Managing Director STELLAR Labs.
Sebagai sebuah perusahaan, STELLAR Labs lebih leluasa untuk mengerjakan berbagai proyek komik dari penerbit dalam dan luar negeri serta memiliki posisi yang lebih kuat untuk mengangkat nama Indonesia di kancah industri komik dunia. Singkatnya, STELLAR Labs akan berusaha untuk mengangkat materi lokal yang bisa dikonsumsi internasional. STELLAR Labs, yang sepenuhnya beranggotakan komikus-komikus terbaik Indonesia, terbagi dalam 4 divisi utama dalam STELLAR Labs, sesuai tahapan dalam produksi komik, yaitu Scriptwriter, Line Artist, Colorist serta Digital Painter.
Pemilihan nama STELLAR Labs dan logo yang didesain dengan struktur dasar konstelasi bintang menggambarkan harapan agar (studio ini) selalu bersinar terang dengan melakukan inovasi. "Filosofi kita cukup literal. STELLAR itu kumpulan bintang, dan tambahan Labs dibelakangnya itu visi kami untuk mencoba melampaui apa yang sudah kita buat sebelumnya. Kami menyadari bahwa industri komik di Indonesia masih baru tumbuh dan sangat membutuhkan dukungan berupa materi yang berkualitas selain tentu saja usaha untuk mengembangkan kemampuan para komikusnya melalui pelatihan. Expect new things to come out from us," ucap Sunny Gho saat ditanya mengenai STELLAR Labs.
Proyek STELLAR Labs terdekat adalah A1, antologi komik bulanan berisikan tiga cerita yang akan diterbitkan oleh ATOMEKA PRESS. Dave Elliott, penulis komik dan juga pendiri ATOMEKA, akan menampilkan artwork yang dan detil A1 di San Diego Comic Con International tahun ini. Para komikus yang terlibat dalam serial ini antara lain Sunny Gho, Jessica Kholinne, Sami Basri, Garrie Gastonny, Sakti Yuwono, Barnaby Bagenda dan Rhoald Marcellius.
Bagi para sobat MAKKO yang memiliki komik-komik karya para komikus STELLAR Labs ini, temui mereka di event Popcon Asia tanggal 27 Juni - 1 Juli 2012 di Jakarta Hilton Convention Center. Kabarnya mereka akan merilis kumpulan karya mereka dalam jumlah yang sangat terbatas!
(nbn)
Follow @MAKKO di Twitter dan Like MAKKO di Facebook untuk membaca komik berkualitas asli Indonesia dan info terbaru seputar dunia pop-culture.




